oleh

Ini Kronologis pembongkaran Rumah Nenek Kartini di Desa Marioriaja

SOPPENG.Jelajahindonesia.online — Rahmatan menceritakan kronologis pembokaran rumah nenek Kartini dilakukan oleh menantunya sendiri bersama beberapa warga Tanjonge Desa Marioriaja Kec,Marioriwawo Kab,Soppeng dimana anak dari nenek kartini yang ditinggal pergi oleh suaminya ( Balek) untuk merantau dengan tujuan mencari nafkah kehidupan sang istri, Kamis ( 22/04/2021)

Setelah Balek mendapat informasi bahwa istrinya anak dari nenek kartini dengan melakukan perselingkuhan dengan laki-laki lain
akhirnya memutuskan untuk pulang kampung memastikan hal tersebut

“Namun apa hendak dikata bagai disambar petir disiang bolong ternyata istrinya telah meninggalkan rumah yang dia sudah bangun dengan hasil kerja keras untuk keluarganya selama dirantau dan istrinya sering tinggal bersama selingkuhannya,

Istri balek dari anak nenek kartini lalu meninggalkan rumah dan menikah dengan laki-laki selingkuhannya meskipun masih berstatus istri saudara balek, mendengar hal itu balek bersama keluargannya memebongkar rumah itu yang sebelumnya telah disampaikan kepada nenek kartini atau mertuanya

Balek menyampaikan rumahnya akan dibongkar dan diberikan waktu selama kurung waktu 3 bulan akan tetapi belum cukup 3 bulan balek bersama keluarganya mengambil inisiatif sendiri untuk membongkar rumah tersebut disaaat nenek kartini pergi ke barru, pembongkaran dilakukan oleh sekolompok masyarakat yang masih juga keluarga dari nenek kartini

Namun tiba-tiba nenek kartini mengajukan keberatan ke Polres Soppeng dengan motif adanya pengrusakan rumahnya, nenek kartini ini diduga mengundang sejuta misteri dimasyarakat desa marioriaja ada apa dan siapa sebenarnya dalang dari pelaporan ini karena nenek kartini sewaktu membuat surat perjanjian ini yang disaksikan oleh Babinsa Desa Marioriaja Serma Rusman , Andi Junudi RT dan Nawi RW, mengatakan kepada mereka yang ada dalam surat perjanjian itu dalam ( Bahasa Bugis mengatakan Namu Baja Yako engkka wettutta tabukka toni makkutosiro totoe),

“Artinya biar besok kalau ada waktunya silahkan dibuka karena begitulah takdirku,” Ucap RAHMATAN menirukan perkataan nenek kartini.

A.Handayani
Mahasiswa UIN Alauddin Makassar
Melaporkan dari Kab Soppeng

Editor : Kamaruddin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed